PERJUANGAN YANG TAK TERBALASKAN
Berbicara soal sebuah perjuangan yang terbalaskan pastinya sesuatu yang bodoh jika di fikir fikir. namun, tetap saja banyak dari kita yang melakukannya hanya kerna mencintai seorang wanita dan berusaha membuatnya bahagia. Namun jika perjuangan itu tak terbalaskan dan perjuanganmu baginya biasa biasa saja. kemudian dia dengan mudahnya melakukan hal hal yang membuat hatimu terasa sakit pastinya terasa nyesek kan ??yok simak cerita dibawah...
Mengapa kamu masih pagi pagi gini sudah tampak murung saja?”, “aku gapapa”, “aku tidak yakin kamu tidak apa-apa, apa kau ada masalah? Kalau iya, aku mau menjadi pendengar yang baik untukmu”, “aku memang ada masalah tapi aku bisa kok menangani masalahku sendiri“, “walaupun kau bisa menangani masalahmu sendiri tak ada salahnya kau ceritakan sedikit apa masalahmu agar kau sedikit lebih lega”, “baiklah, aku akan ceritakan. Aku hanya sedang ada masalah dengan percintaanku”, “lantas apa yang membuatmu murung pagi pagi seperti ini hanya karna permasalahan cinta? Apa dalam cintamu terasa berjuang sendirir?”, “iya sepertinya”, “apa kau mencoba memperjuangkannya?”, “hmm iya”, “Apa kau Sakit berjuang sendirian?”, “iya, sangat”,”Tapi apa kau pantas memaksakan dia untuk memperjuangkan mu kembali?”, “Aku sudah memaksakannya tapi sepertinya dia ingin bebas, walaupun seharusnya dia bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat. Dia sudah buat aku jatuh cinta. Bahkan jatuh cinta yang terasa sendirian!”, “aku rasa tidak. Karena sekeras apapun kau memaksa, kau akan berjuang sendirian”.
“Sayang, mari kita sama-sama saling menguatkan karena aku juga merasakan hal yang sama. Berjuang sendirian tanpa diperjuangkan itu sungguh sangat membuat hati ini perih.
Sepertinya dia (yang kau perjuangkan) merasa bahwa kita (yang berjuang) belum benar-benar pantas untuk mendapatkan hatinya. Belum benar-benar masuk ke dalam kriteria yang ia susun dalam kriteria pasangan yang dia dambakan. Rasanya mau menyerah. Dia membuat kita merubah diri kita yang sebenarnya menjadi apa yang dia dambakan. Tanpa dia meminta, kau akan tetap melakukannya”. “apa kita bodoh?” “Iya memang. Namun pada dasarnya suka yang baik itu adalah ketika kita menyukai seseorang, seseorang itu menerima kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kita. Boleh saja kita merubah diri kita, tapi dalam hal kebaikan. Bukan hal diluar kemampuan kita ataupun diluar yang bukan menjadi diri kita sendiri.”
Pertanyaan yang selalu timbul difikiran kalian saat sudah lelah dengan perasaanmu.
“Apa aku harus menyerah?”, namun “Itu bergantung kepada hatimu,. Apa kau masih kuat berlari mencapai finish? Jika kau tidak kuat dan kaki mu benar-benar lemas kau boleh saja berhenti ditengah jalan atau jika kau masih kuat kau berjalan santai menuju finish, walaupun kau tahu itu hanya sia-sia karena mungkin sudah ada orang lain yang mencapai finish terlebih dahulu”.
“Kalau aku, mau lihat seberapa dia peduli terhadap ku. Seberapa pentingkah aku dalam kehidupannya. Jika aku hanya kepingan-kepingan yang tak mampu dia satukan, aku akan berjalan mundur tanpa dia tahu. Kau tahu? Karena berjuang tak sebercanda itu. Karena berjuang memerlukan banyak waktu dan tenaga”.
“Lalu apakah aku harus sepertimu? Melihat apakah aku benar-benar penting dalam kehidupannya?”, “sayang, kau tahu? Bahwa yang aku lakukan belum tentu mampu membuat dia yang kita perjuangkan melihat kita seutuhnya, bisa saja yang aku lakukan juga sia-sia sepertimu yang mampu berlari kencang hanya diawalnya saja. Sekarang kita hanya perlu berdoa kepada Tuhan yang membolak-balikkan hati kita. Karena hanya itu yang kita perlukan. Kita hanya perlu mencairkan hati manusia dengan do’a, percayalah”.
“jika kamu sudah berdo’a tapi dia tak kunjung melihat kita bagaimana?”, “simple saja. Dia hanya bukan jodoh mu. Jika memang dia berfikir kau belum pantas untuknya, Tuhan pun berkata dia belum pantas untukmu. Jangan khawatir, Tuhan lebih tahu ketimbang manusia”, “baiklah,aku paham sekarang. Terima kasih”.
Mungkin dia tahu bahwa melupakan bukan keahlianku apalagi melepaskan, lalu mengapa dia memaksaku untuk ingin melakukannya. Tapi biarlah perasaan cinta ini kusimpan sendiri, hanya aku dan tuhan yang tahu. tak perlu di umbar umbar karena perasaan hanya perlu dirasakan bukan dipamerkan apalagi dipertontonkan. Carilah, seseorang yang mungkin menjadi kriteriamu yang mungkin bisa kamu perjuangkan. namun, jika kau tidak menemukan orang yang terasa sepertiku kembalilah karena aku selalu berdoa yang terbaik untukmu..
Berjuang sendirian, banyak sekali hal pahit untuk dijadikan pelajaran. Salah satunya menghargai perasaan orang lain. Untuk tidak memberikan hal-hal yang memang pada akhirnya tidak bisa kau capai. Untuk tidak menciptakan hal-hal yang justru tidak bisa kau berikan hasilnya. Yang pada akhirnya hanya doa lah yang mampu mencairkan segala kecemasan yang ada dalam hati. Kita hanya perlu memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik. Memantaskan diri. Satu hal yang perlu diketahui, bahwa berjuang sendirian tak pernah menyenangkan tapi dibalik itu ada makana penting yang bisa kita petik.
“Sayang, mari kita sama-sama saling menguatkan karena aku juga merasakan hal yang sama. Berjuang sendirian tanpa diperjuangkan itu sungguh sangat membuat hati ini perih.
Sepertinya dia (yang kau perjuangkan) merasa bahwa kita (yang berjuang) belum benar-benar pantas untuk mendapatkan hatinya. Belum benar-benar masuk ke dalam kriteria yang ia susun dalam kriteria pasangan yang dia dambakan. Rasanya mau menyerah. Dia membuat kita merubah diri kita yang sebenarnya menjadi apa yang dia dambakan. Tanpa dia meminta, kau akan tetap melakukannya”. “apa kita bodoh?” “Iya memang. Namun pada dasarnya suka yang baik itu adalah ketika kita menyukai seseorang, seseorang itu menerima kekurangan dan kelebihan yang ada dalam diri kita. Boleh saja kita merubah diri kita, tapi dalam hal kebaikan. Bukan hal diluar kemampuan kita ataupun diluar yang bukan menjadi diri kita sendiri.”
Pertanyaan yang selalu timbul difikiran kalian saat sudah lelah dengan perasaanmu.
“Apa aku harus menyerah?”, namun “Itu bergantung kepada hatimu,. Apa kau masih kuat berlari mencapai finish? Jika kau tidak kuat dan kaki mu benar-benar lemas kau boleh saja berhenti ditengah jalan atau jika kau masih kuat kau berjalan santai menuju finish, walaupun kau tahu itu hanya sia-sia karena mungkin sudah ada orang lain yang mencapai finish terlebih dahulu”.
“Kalau aku, mau lihat seberapa dia peduli terhadap ku. Seberapa pentingkah aku dalam kehidupannya. Jika aku hanya kepingan-kepingan yang tak mampu dia satukan, aku akan berjalan mundur tanpa dia tahu. Kau tahu? Karena berjuang tak sebercanda itu. Karena berjuang memerlukan banyak waktu dan tenaga”.
“Lalu apakah aku harus sepertimu? Melihat apakah aku benar-benar penting dalam kehidupannya?”, “sayang, kau tahu? Bahwa yang aku lakukan belum tentu mampu membuat dia yang kita perjuangkan melihat kita seutuhnya, bisa saja yang aku lakukan juga sia-sia sepertimu yang mampu berlari kencang hanya diawalnya saja. Sekarang kita hanya perlu berdoa kepada Tuhan yang membolak-balikkan hati kita. Karena hanya itu yang kita perlukan. Kita hanya perlu mencairkan hati manusia dengan do’a, percayalah”.
“jika kamu sudah berdo’a tapi dia tak kunjung melihat kita bagaimana?”, “simple saja. Dia hanya bukan jodoh mu. Jika memang dia berfikir kau belum pantas untuknya, Tuhan pun berkata dia belum pantas untukmu. Jangan khawatir, Tuhan lebih tahu ketimbang manusia”, “baiklah,aku paham sekarang. Terima kasih”.
Mungkin dia tahu bahwa melupakan bukan keahlianku apalagi melepaskan, lalu mengapa dia memaksaku untuk ingin melakukannya. Tapi biarlah perasaan cinta ini kusimpan sendiri, hanya aku dan tuhan yang tahu. tak perlu di umbar umbar karena perasaan hanya perlu dirasakan bukan dipamerkan apalagi dipertontonkan. Carilah, seseorang yang mungkin menjadi kriteriamu yang mungkin bisa kamu perjuangkan. namun, jika kau tidak menemukan orang yang terasa sepertiku kembalilah karena aku selalu berdoa yang terbaik untukmu..
Berjuang sendirian, banyak sekali hal pahit untuk dijadikan pelajaran. Salah satunya menghargai perasaan orang lain. Untuk tidak memberikan hal-hal yang memang pada akhirnya tidak bisa kau capai. Untuk tidak menciptakan hal-hal yang justru tidak bisa kau berikan hasilnya. Yang pada akhirnya hanya doa lah yang mampu mencairkan segala kecemasan yang ada dalam hati. Kita hanya perlu memperbaiki diri untuk menjadi orang yang lebih baik. Memantaskan diri. Satu hal yang perlu diketahui, bahwa berjuang sendirian tak pernah menyenangkan tapi dibalik itu ada makana penting yang bisa kita petik.
Bagi kalian pejuang sendiri bersabarlah lakuakan sebisamu. Namun, jika kakimu sudah tak bisa berlari lagi berhentilah berarti dia memang buka jodohmu, maka dari itu ingatlah untuk bersujud karena itu adalah obat penenang paling ampuh d
















































